Markas Perjudian Semakin Bertumbuh Subur Sejak AKBP Adrian Risky Lubis Pimpin Satreskrim Polrestabes Medan, Ini Buktinya

  • Bagikan

Peloporsumut.com, Medan – Maraknya ditemukan praktik perjudian di Wilayah Hukum Polsek Medan Tuntungan, Polsek Pancur Baru, Polrestabes Medan kian disorot publik.

Dampak negatif bebasnya praktik perjudian semakin dikesampingkan. Padahal, konflik rumah tangga dapat meluas imbas ketergantungan bertaruh di arena gelanggang judi.

Para penikmat perjudian bukan saja mempertaruhkan uangnya dengan iming – iming berharap menang. Sikap latah tersebut juga berimbas terhadap keberlangsungan individu itu sendiri, seperti ancaman biaya pendidikan anak dan bahkan biaya kebutuhan rumah tangga juga terancam dipertaruhkan di arena perjudian tersebut.

Keresahan masyarakat juga semakin meluas imbas dari maraknya praktik perjudian tersebut seperti maling – maling kecil dan bahkan baru – baru ini, warga kota medan mengeluh makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) juga disasar maling dengan merobohkan malam guna mengambil besi makam untuk diperjual belikan.

Warga yang resah mengutarakan bahwa pencurian besi yang dikenal dengan istilah ‘Rayap Besi’ erat hubungannya dengan pelaku kriminal yang gemar membeli narkoba maupun hasil ‘rayap besi’ dijual untuk modal bermain judi.

” Semua muaranya ada di Perjudian dan narkoba, bisa pulak makam dibongkar, diambil besinya aja ” ujar Titik baru – baru ini penuh nada geram.

Semantara itu, amatan wartawan dilokasi perjudian yang berada di Jalan Penerbangan Medan Tuntungan tampak sejumlah pria dewasa tengah intens mengadu nasib dengan menekan tombol mesin meja ikan – ikan yang dikenal masyarakat sebagai mesin hantu penyedot uang rakyat.

Kepada wartawan, seorang wanita yang belum diketahui namanya itu menuturkan merek mesin perjudian itu berlogo AW.

Penegasan wanita penjaga mesin judi tersebut seolah menegaskan bahwa dengan menyebut AW maka sudah kebal hukum tanpa dilakukan penindakan oleh kepolisian setempat.

Aktivitas serupa juga sedang marak terjadi di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Pancur Batu. Dua kecamatan ini disebut – sebut perjudian bandarnya orang yang sama dengan logo sama – sama AW.

Sikap pasif Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis sejak dipertanyakan dua kali berturut turut juga menimbulkan tanya publik tentang integritas jebolan alumni Akpol 2008ย itu yang kini resmi mengemban pucuk pimpinan di Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan.

Dipertanyakan mengenai maraknya perjudian di dua wilayah hukum Polsek Jajarannya itu apakah tidak termasuk prioritas utamanya dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban di tengah Masyarakat, akan tetapi kedua kalinya Adrian Risky Lubis kukuh untuk tidak menjawab konfirmasi wartawan.

Diberitakan sebelumnya, praktik perjudian masih terus beroperasi secara terang – terangan di Wilayah Hukum Polsek Medan Tuntungan dan Polsek Pancur Batu pasca rotasi besar – besaran dilakukan di tubuh Polri itu.

Rotasi dilakukan guna pencapaian kinerja yang optimal dalam menekan muara kejahatan itu dapat terjadi yang dapat mengganggu Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

Masyarakat pada umumnya, mengharapkan mutasi yang dilakukan oleh Kapolda Sumatera Utara melalui surat telegram bernomor ST /231/lV/KEP/2026 tertanggal 8 April 2026
dapat membawa perubahan yang berdampak positif ditengah – tengah masyarakat.

Namun faktanya dilapangan, sepuluh hari sudah setelah dilakukan rotasi, tampaknya praktik ilegal perjudian masih bertengger diurutan pertama yang dikeluhkan masyarakat.

Betapa tidak, keresahan masyarakat itu ditenggarai maraknya praktik perjudian juga disusupi peredaran narkoba di lokasi – lokasi judi tersebut.

Sebagaimana diutaran Ibu Rumah Tangga (IRT) Rose (Bukan nama sebenarnya-red) mengatakan bahwa kejahatan seperti pencurian sepeda motor, narkoba, perjudian adalah satu paket yang sama – sama menimbulkan keresahan.

” Kalah main judi, dia cari uang cepat, mencurilah, dapat uangnya dibeli paket sabu – sabu, apa gak hancur negara ini ” ujar wanita berambut pirang tersebut secara lugas, Sabtu (18/04/2026)

Penegasan keresahan masyarakat tersebut berkesesuaian dengan fakta di lapangan. Terpantau praktik perjudian yang dimaksud di Kecamatan Medan Tuntungan dan Pancur Batu benar adanya.

Sumber menjelaskan bahwa terduga bandar judi di Medan Tuntungan dan Pancur Batu bernama Jon* dan Mun*k. Kedua pemilik saham tersebut dilaporkan mengibarkan bendera judi logo AW.

Informasi lain disebutkan sumber, selain perjudian dan narkoba yang meresahkan, juga terendus satu lokasi yang dijadikan tempat penampungan sepeda motor curian, tepatnya di Namo Gajah.

” Ada 10 titik barak narkoba dan pusat gadai barang hasil curian dari begal disitu, tak pernah tersentuh oleh hukum ” ujar sumber.

Adapun sejumlah lokasi perjudian, barak narkoba serta gudang penampung barang curian tersebut yang berada di Wilayah Hukum Polsek Medan Tuntungan, dan Polsek Pancur Batu, Polrestabes Medan telah disampaikan langsung kepada AKBP Andrian Rizki Lubis sebagai berikut :

1. Tepat di stadion BTN Simpang Asisi di kedai Tuak Lom*
2. Dipantai Bokek tepat siberang tanah Wakaf Kelurahan Tanjung Selamat, Kec Medan Tuntungan
3. Dijalan Penerbangan, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan (Bisa masuk lewat Jalan Jamin Ginting)
4. Jalan Setia Budi Ujung persis disebelah kanan seberang hotel melati
5. Pales 7 tepat di kedai Gurki dll

Lokasi kedua titik-titik lokasi perjudian tembak ikan di Wilkum Pancur Baru sebagai berikut :

1. 1 titik judi tembak ikan di Desa Rambung baru tepatnya di Pinggir jalan Jamin ginting

2. 1 titik judi tembak ikan di Desa sembahe tepatnya di Lembah naga

3. 1 titik judi tembak ikan di desa Kwala Di sebuah warung pinggir jalan

4. 1 titik judi tembak ikan di desa Bandar baru masuk dari Sekolah Katolik 100 meter belok kanan

5. 1 titik judi tembak ikan di perumahan durin tonggal tepatnya di sebuah rumah kede kopi.

Sampai berita ini dimuat oleh Redaksi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis belum memberikan komentar apapun hingga berita ini dimuat oleh Redaksi.

(Red/TIM).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *