HEBOH DANA DESA! Sekdes Purwodadi Disebut Jarang Kerja Tapi Tetap Digaji, Warga Curiga Ada Kongkalikong

  • Bagikan

Peloporsumut.com, Deli Serdang – Seorang oknum perangkat desa yang menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) di Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang berinisial nama FA Sinaga dikabarkan jarang masuk kantor namun tetap terima gaji setiap bulannya.

Dikatakan oleh sumber media ini yang enggan dicatut namanya dalam pemberitaan menuturkan bahwa Sekdes inisial FA Sinaga jarang masuk kantor akibat disibukkan urusan bisnis derek mobil setiap harinya.

” Si FA Sinaga ini bisa dikatakan tak pernah masuk kantor, kerjasama sama Kades, gajinya tetap ia Terima, karena FA ini sering berbagi kepada Kades ” ujar warga kepada wartawan, Senin (11/05/2026).

Sumber menjelaskan bahwa ia mengetahui betul setiap aktivitas FA Sinaga setiap harinya. Bahkan kata sumber, FA memiliki dua mobil dengan harga yang mahal seperti mobil derek (towing) dan mobil truk yang kerab digunakan FA untuk bermain proyek.

” Saya berani taruhan, FA jarang masuk kantor, kalau mau buka bukaan, ayok buka CCTV di Kantor Desa Purwodadi itu, silahkan di cek setiap hari, ada nggak si Sekdes itu masuk kantor? ” tantang sumber yang mengklaim mengetahui sepenuhnya dugaan permainan persekongkolan sang Kepala Desa dengan Sekdes.

Tambah sumber, FA Sinaga pandai mengambil hati Kades sehingga kerab tak masuk kantor namun hasil dari pekerjaan proyeknya diluar, ia bagi sebagai uang sogokan kepada sang Kades untuk tutup mulut ujar sumber lagi.

Dikatakan sumber, uang yang dimiliki FA untuk membeli mobil saja sudah menaruh curiga masyarakat. Darimana dia dapat uang membeli mobil truk itu? berapa besar sih gaji perangkat desa? warga tau betul kehidupannya sebelum menjadi perangkat desa.

” Saya tau betul, FA ini dulunya pernah menjabat sebagai petugas PPK di Kecamatan Sunggal. Dari sini awalnya dia ada modal. Boleh di audit itu hasil uangnya darimana kalau pejabat yang bersih pasti berani dia diaudit kejaksaan maupun penegak hukum lainnya ” tandas sumber.

Sementara itu, Kepala Desa Purwodadi Sugiatno membantah anggotanya jarang masuk kantor.

” Setiap hari masuk kantor kalau diluar dinasnya silahkan aja, yang penting tugas kantor dikerjakan. Saya setiap hari dikantor” ujar Sugiatno menjawab wartawan.

Disinggung mengenai jika benar oknum Sekdes tersebut benar masuk setiap hari, apakah Kades bersedia membuka rekaman CCTV dikantor Desa Purwodadi?

” Sampai situnya pertanyaan, mengenai cek CCTV repot kami ngeceknya kalau di ruangan Sekdes tak ada CCTVnya nanti saya suruh anggota saya cek CCTVnya” tandas Sugiatno.

Sementara itu, data dihimpun mengenai jumlah besaran Dana Desa yang digelontorkan pemerintah pusat untuk seluruh kegiatan Desa Purwodadi sebelum dikenakan pemangkasan anggaran (Refocusing) berkisar dua miliar lebih atau tepatnya (2.195.301.000).

Adapun rincian penggunaan anggaran dana desa di Desa Purwodadi untuk Penyelenggaraan Pemerintah Desa atau untuk gaji dan tunjangan perangkat desa sebesar Rp 874.939.583 rupiah pertiap tahunnnya.

(Red/TIM).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *