Peloporsumut.com, Berastagi – Kasus hilangnya seorang anak perempuan berusia 13 tahun menggemparkan warga Berastagi, Kabupaten Tanah Karo. Seorang ibu, Yuliana Halawa (32), melaporkan putrinya yang berinisial PAG diduga diculik oleh seorang pria berinisial AB.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban berpamitan kepada ibunya untuk mengambil gaji di kawasan Lau Sungsang.” Sabtu (25/04/2026).
Namun, sejak saat itu, korban tak pernah kembali ke rumah.
Kekhawatiran keluarga berubah menjadi kepanikan setelah seorang warga berinisial LB mengungkap informasi mengejutkan korban diduga dibawa kabur oleh AB.
Tanpa menunggu lama, keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Tanah Karo. Laporan resmi telah diterima dengan nomor:
STTLP/B/95/III/2026/SPKT/POLRES TANAH KARO/POLDA SUMATERA UTARA.
Perkembangan terbaru semakin menghebohkan. Seorang saksi bernama Samali mengungkap bahwa ia menerima informasi dari kepala desa di wilayah Nias Selatan.
Tambahnya, Disebutkan bahwa terduga pelaku AB bersama korban diduga sudah berada di Desa Guigui, Kecamatan Umbunasi. Bahkan, saksi mengaku menerima bukti berupa foto yang menunjukkan keduanya berada di lokasi tersebut.
Informasi penting ini telah disampaikan kepada penyidik yang menangani kasus di Polres Tanah Karo.
Lanjutnya, Dengan penuh harap dan kecemasan, Yuliana Halawa mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak cepat.
“Saya berharap anak saya bisa ditemukan dalam keadaan sehat, dan pelaku segera ditangkap serta dihukum sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya dengan suara bergetar.
Ia juga menegaskan agar pelaku diproses tegas sesuai undang-undang perlindungan perempuan dan anak.
“Terpisah, Kapolres Polres Tanah Karo, AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., yang dikonfirmasi awak media, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi terkait kasus dugaan penculikan anak tersebut.”
Kasus ini menjadi perhatian serius dan mengundang keprihatinan luas, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap keselamatan anak.
(Red/Tim).
