Peloporsumut.com, DAIRI – Beredar luas dikalangan masyarakat Kabupaten Dairi, Sumatera Utara bahwa oknum Kepala Desa (Kades) lebih fokus mengurusi bisnis perjudian daripada pelayanan masyarakat.
Adapun gurita bisnis judi togel tersebut tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Tigalingga.
Warga menuturkan oknum Kepala Desa tersebut berinisial nama B. Tarigan. Oknum sang kades disebut – sebut warga kebal hukum hingga nekat mengoperasikan bisnis ilegal.
Dikatakan warga, oknum Kades tersebut tidak hanya sebagai bandar togel, ia juga menggeluti bisnis judi dadu, judi tembak ikan.
” Disini taunya warga pemainnya itu ya Kades itu. Dia punya itu togel, dadu dan meja ikan – ikan dia semua ” ucap warga yang enggan dicatut identitasnya demi alasan keamanan, Selasa (01/09/2026).
Adapun titik lokasi judi dadu bebas beroperasi di pasar malam dan judi tembak ikan di Kota Tigalingga, judi togel di Bukit Karo, Kecamatan Tigalingga. Hal yang sama juga terpantau di Desa Tupak Raja Dusun Barisen. Berikutnya, judi togel di Desa Gunung Tua.
Ironisnya, Polsek Tigalingga hingga saat ini belum melakukan tindakan apapun. Ditengah situasi ekonomi masyarakat tengah lesu, praktik pembodohan terhadap warga seolah direstui untuk tetap beroperasi.
Dikutip dari pernyataan seorang pemuka agama baru – baru ini menuturkan tanggapan menohok tentang masifnya terduga bandar judi di daerah Kabupaten Dairi melakukan upaya pembodohan terhadap warga.
Dikutip media ini sebelumnya, Pendeta bernama Crista Barita Siahaan yang bertugas di Kabupaten Dairi, mengutarakan begitu masifnya perjudian dan dampak negatif terhadap psikologis bagi pecandu perjudian layaknya seperti kecanduan narkotika.
Dikatakan oleh Crista bahwa pengaruh judi sudah membuat jarak terhadap Tuhan sang pencipta semesta alam, bahkan membuat jemaat untuk jarang beribadah karena fokus mengurusi perjudian tersebut.
” Bukan hanya judi togel…
Bahkan hari Minggu tidak ke gereja karena lalap main judi. Sudah jadi tradisi mungkin.
Kalau saya sebagai pendeta disalah satu gereja yang ada di kecamatan di Dairi yang lapor tempatnya dimana kan ngak cocok ntar dikatain apalah atau ditanggapi seperti apa. Tapi ada aparat yang sudah diajari dan dilatih untuk itu pasti bisa tau itu dimana tempat dan siapa yang menjalankannya.
Hanya sekedar info saja…itu benaran ada, silahkan dicek lagi ” urainya.
Tambahnya, ia juga heran mengenai fenomena di tengah masyarakat belakangan ini. Entah itu hanya sekedar hiburan sebagai selingan misalnya saat maranggap atau kumpul keluarga atau memang sudah jadi kebiasaan dan bahkan sampai tidak pergi keladang atau bahkan menghabiskan uang yang dihasilkan dari ladang dimeja judi kata dia.
Crista Barita juga kerab menghimbau warga dan disampaikan melalui kotbah. Faktanya, belum pernah ada orang yang dapat membangun rumah karena judi, tapi yang menjual rumah karena judi itu banyak.
Dalam hal ini, warga jangan menggantungkan harapan pada selembar kertas togel untuk mendapatkan rejeki buat kehidupan sehari-hari, karena bandar togel tidak punya prinsip untuk memberikan keuntungan dan malah bertujuan menguras isi kantong yang mau dibodoh-bodohi dan memperkaya bandarnya saja
Dilain sisi, warga menuding jajaran Polres Dairi sudah terkontaminasi dengan dugaan uang sogokan sehingga sulit untuk menjalankan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.
” Macam gak kalian tau siapa yang main bos, bandarnya kan tak jauh dari kantor mereka.
Setorannya juga kan mereka terima.
Makanya jadi bagus cipta kondisi ini ” tuding warga.
Pun halnya di utarakan oleh N. Pasaribu baru – baru ini, ia mengklaim bahwa pernah menggeluti profesi yang bertentangan dengan aturan hukum itu sebelum akhirnya ia insyaf.
” Saya kenal bandarnya di Dairi, apakah Polres berani nangkap? ” tantangnya kepada petugas Kepolisian setempat dikutip media ini.
Sementara itu, kru media ini masih berupaya menghubungi oknum Kades BT yang disebut – sebut terlibat dalam aktivitas ilegal di Kabupaten Dairi.
Terpisah, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, melalui Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Wilson Manahan Panjaitan menanggapi konfirmasi wartawan dengan kalimat ” terimakasih informasinya” ujar Wilson singkat.
AKP Wilson Manahan Panjaitan tidak merincikan tindaklanjut hukum oleh pihaknya itu guna menertibkan aktivitas ilegal yang melanggar aturan perundang undangan.
Sementara itu, Kapolsek Tigalingga Iptu Parlindungan Lumban Toruan dipertanyakan mengenai masifnya sejumlah praktik perjudian di wilayah kerjanya itu, akan tetapi Parlindungan memilih bungkam tanpa memberikan penjelasan resmi.
(Red/Tim).












