Paska Ramai Diberitakan, Gudang Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi di Tanjung Morawa Ganti Warna Gerbang, Ada Upaya Kamuflase?

  • Bagikan

Peloporsumut.com, Deliserdang  -Paska ramai pemberitaan gudang pengoplosan gas betsubsidi 3kg ke tabung gas 12kg dan 50kg yang berada di Jalan Idustri Desa Tanjung Morawa B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten deli serdang itu kini melakukan upaya pengalihan dengan cara merubah warna gerbang pintu utama gudang.

Diketahui pintu utama gudang yang dijadikan tempat pengoplosan gas bersubsidi itu sebelumnya berwarna orange dan bertuliskan angka 52, namun pada Sabtu (29/08/2026) saat awak media melakukan investigasi, tampak gudang tersebut saat ini berkamuflase dengan cara merubah warna gerbang pintu utama yang dahulu berwarna orange kini telah dirubah menjadi warna biru.

Hal ini diduga dilakukan para mafia tersebut untuk mengalihkan perhatian karena ramainya pemberitaan mengenai gudang yang digunakan sebagai tempat melakukan tindak kejahatan pengoplosan gas bersubsidi yang seharusnya menjadi hak rakyat miskin.

Saat dilokasi, Selain ditemukannya kamuflase perubahan warna kulit tersebut, awak media juga menumukan satu unit mobil Colt Diesel yang keluar dari gudang itu, setelah ditelusuri mobil tersebut adalah pengangkut ice balok. Seperti yang diketahui dalam melakukan praktik pengoplosan gas, kerap sekali para mafia menggunakan bahan ice balok untuk mendinginkan tabung gas saat melakukan pengoplosan.

Diketahui gudang pengoplosan yang berlokasi tidak jauh dari Polsek Tanjung Morawa itu telah berulang kali diberitakan oleh beberapa media dan telah beberapa kali juga dilakukan konfirmasi langsung kepada Kabid Humas Polda Sumut. Namun meski telah banyak media yang memberitakan peraktek ilegal itu, sepertinya tidak membuat APH bekerja cepat untuk melakukan penindakan terhadap para pelaku kriminal yang terorganisir itu.

Lambatnya APH dalam melakukan penindakan memicu dugaan masyarakat adanya kordinasi hingga setoran kepada APH. Sehingga para pelaku pengoplosan itu leluasa melakukan kegiatannya meskipun pada siang hari.

Diketahui lokasi pengoplosan yang terletak di tengah padatnya pemukiman penduduk itu, telah banyak membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat, Anto (bukan nama asli) mengkhawatirkan terjadinya kebakaran dipicu dari aroma gas yang sangat menyegat setiap hari, “Kami masyarakat sini takut terjadi kebakaran bang, karena tiap hari kami cium arima gas yang bisa jadi pemicu kebakaran” ujarnya kepada awak media.

Dikonfirmasi Dirkrimsus Polda Sumut melalui Kabid Humas Polda Sumut
Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H. hingga berita ini di terbitkan belum memberikan tanggapan apapun terhadap kejahatan yang terorganisir itu.

Masyarakat berharap APH segera melakukan penindakan dan menangkap para pelaku agar tidak menimbulkan kerugian negara bertambah besar lagi.

(Red/Tim).

  • Bagikan
Exit mobile version